Sunday, December 21, 2014

Trax Magazine | Issue Report: Cool to be Youth | September, 2012 | by Ajeng Safitri


Jadi, di planet manakah Mbak Dee sebenarnya tinggal?
Sebenarnya seorang Dee itu ingin dikenal sebagai apa sih? Apakah penyanyi, penulis, istri atau model?

Hah? Model? Saya kayaknya nggak pernah merintis karier, bahkan menunjukkan ketertarikan jadi model. Hehe. Saya tidak pasang target untuk dikenal sebagai apa. Intinya saya hanya menjalankan apa yang saya cintai. Saya suka musik, suka menulis, kemudian berkarya. Konsekuensinya, ya, saya dikenal sebagai musisi, entah itu penyanyi atau pencipta lagu atau keduanya, dan saya juga dikenal sebagai penulis. Sebagai istri, sebagai pemilik sah akte pernikahan otomatis status saya jadi istri, ya. I also love family life. I love my husband and children and I will do everything that I can to take care of them.

Sejak kapan mulai tertarik dan akhirnya menjadikan menulis sebagai salah satu pilihan karier?

Saya senang menulis sudah dari kecil. Pertama kali bikin tulisan yang cukup panjang itu kelas 5 SD. Mulai berkhayal bahwa satu saat akan nulis buku. Tapi tidak membayangkan itu akan menjadi profesi utama saya. Karier menulis resmi dimulai saat menerbitkan Supernova 1 tahun 2001. Tujuan awalnya pun sebetulnya hanya untuk kasih kado ultah ke-25 ke diri sendiri. Konsekuensi dari Supernova merupakan kisah serial ya akhirnya saya menulis lanjutannya, dan jadilah saya mulai dikenal sebagai penulis, hingga sekarang sudah menulis delapan buku.

Kalau menulis itu, apakah tema dan gaya penulisan mengikuti kata hati atau mengikuti selera pasar? Seberapa sulitkah mengeluarkan ide menulis? Kendala yang sering ditemui ketika menulis?

Prinsip saya dalam menulis sederhana. Tulislah buku yang ingin kita baca. Jadi, ketika saya menulis buku, itu adalah buku yang saya ingin baca, dan tipe yang saya suka. Bagaimana pembaca kemudian bereaksi terhadap karya saya adalah kebebasan dari pembaca. Kalau suka ya syukur, kalau enggak, ya nggak apa-apa. Karena setidaknya saya menulis buku yang ingin saya baca. Bagaimana mengelola ide semata-mata adalah jam terbang, tekad, dan pembiasaan. Jika sudah berhasil merampungkan sebuah cerita, mau itu cerpen atau novel, kita akhirnya mengenal tantangan dari berkarya. Termasuk kekuatan dan kelemahan kita serta bagaimana cara mengompensasi itu semua. Kendala utama saya adalah waktu. Anak-anak saya masih kecil jadi sangat butuh perhatian saya, begitu juga dengan berbagai macam project yang bermunculan, yang barangkali nggak sepenuhnya berhubungan dengan menulis buku, tapi harus saya jalani, dan akhirnya itu mengambil jatah atensi dan waktu yang saya miliki untuk berkarya.

Latest project-nya apa, Mbak? Next project-nya?

Latest project adalah Perahu Kertas part 2, yang akan tayang bulan Oktober 2012. Sesudah itu ada Madre dan Rectoverso yang sama-sama difilmkan, tapi karena saya nggak terlibat dalam produksi sebagaimana keterlibatan saya di Perahu Kertas, jadi nggak terlalu menyita fokus. Fokus utama saya masih Supernova dan menyelesaikan Gelombang. Cuma karena sekarang sedang bersiap pindah rumah, jadi mau tunggu selesai pindahan dulu baru nulis lagi.

Terakhir, aku minta quote dong soal 'youth' di mata Mbak Dee.

Youth is the age of experience and consequence. Seek for your passion. Finding your passion as soon as possible is one of the life's greatest gift.

Butuh talent buat Madre? Mungkin jadi adonan roti gitu *abaikan.

Toplesnya lah ya minimal... ;p