Sunday, December 21, 2014

TravelXpose Magazine | Liburan & Kontemplasi | Juli, 2011 | by Fadly Molana


Apa arti keluarga bagi seorang Dewi Lestari?

Keluarga buat saya seperti bumi tempat kita berpijak. Keluarga membuat kita lebih membumi, dan rasanya membuat hidup ini lebih punya makna.

Suka traveling? Ke mana saja?

Tempat liburan favorit sih Ubud. Kalau traveling saya sebagaimana ada kesempatannya aja, karena dengan dua anak di rumah, kesempatan saya untuk traveling nggak terlalu banyak. Cita-cita sih pengin bisa ke Peru.

Bisa ceritakan pengalaman-pengalaman seru dan tak terlupakan saat traveling?

Salah satu yang paling seru waktu masih sama RSD, kami nyanyi di acara Freeport di Tembagapura. Itu pertama kalinya saya ke Papua. Alamnya benar-benar beda, bahkan warna tanahnya aja beda. Dan kota Tembagapura buat saya sangat mengesankan. Ajaib bisa ada kota semodern itu di ketinggian 2500 meter, haha.

Pernah traveling bersama keluarga atau anak?

Waktu anak pertama, aktivitas saya padat, dan saya bawa dia ke mana-mana. Jadi dari bayi dia udah keliling Indonesia, bahkan udah ke Singapura, Malaysia, dan Australia. Sekarang dia udah nggak ingat, haha. Setelah punya anak kedua, kami udah pernah liburan ke Ubud. Dan sekali pernah nonton konser di Singapura. Saya yang nonton karena itu grup favorit saya banget (Tears for Fears), Reza menemani Atisha (bayi kami) di kamar hotel.

Apa bedanya traveling sendiri dengan traveling bersama keluarga atau anak?

Beda packing dan beda destinasi. Kalau bawa anak, ya orientasi tempatnya harus family/child friendly. Packingnya juga menyesuaikan dengan kebutuhan anak.

Kalau liburan bersama keluarga atau anak, tempat seperti apa yang menjadi tujuan?

Yang kami bisa bersantai, tapi anak-anak menikmati, entah itu main di kolam renang atau berjalan-jalan. Favorit kami sih ya Bali, tepatnya Ubud.

Tujuan wisata mana yang ramah akan lingkungan menurut Anda?

Belum pernah pergi ke tempat yang memang berorientasi ke arah ramah lingkungan.

Punya tujuan favorit jika traveling? Kenapa?

Cita-cita sih pengin bisa ke Peru. Karena saya tertarik dengan banyak situs sejarahnya: Macchu Picchu, Saqsayhuaman, Nazca Lines, dll.

Bisakah memberikan tips saat traveling bersama keluarga atau anak?
Kalau untuk anak, yang perlu dipastikan mereka tetap bisa makan dengan baik dan tepat waktu. Karena biasanya itu yang paling susah dijaga, berhubung liburan mereka biasanya euphoria, dan pola makannya bisa terganggu kalau nggak dijaga.

Punya makanan favorit khas Indonesia?

Hampir semua masakan Indonesia saya suka. Paling favorit sih Sunda, Bali, dan Batak. Pokoknya yang pedas-pedas.

Jika harus memilih, lebih memilih Jakarta atau Bandung? Kenapa?

Saat ini saya harus memilih Jakarta, karena pekerjaan suami saya di Jakarta. Saya cinta Bandung tapi belakangan Bandung juga cukup menyiksa macetnya.

Dalam waktu dekat ada rencana traveling ke mana? Sendiri atau dengan keluarga?

Akan ke Ubud, karena suami saya melakukan retreat meditasi setiap tahun di sana, dan biasanya kami sekeluarga menyusul sesudahnya.

Apa arti kontemplasi atau menenangkan diri bagi Anda?

Kontemplasi menurut saya beda dengan menenangkan diri. Kalau menenangkan diri hanya sekadar relaksasi. Tapi kontemplasi kita menggali lebih dalam tentang banyak hal, terutama tentang diri kita sendiri.

Pentingkah bagi Anda kontemplasi dalam hidup?

Saya rasa kontemplasi tidak bisa dilepaskan dari aspek kemanusiaan kita. Dalam-dangkalnya tergantung masing-masing orang. Namun pada satu titik kita semua pasti melakukannya.

Ke mana tujuan Anda saat kontemplasi?

Untuk kontemplasi sebenarnya tidak perlu ada tujuan khusus. Di mana pun bisa. Asalkan hati dan pikiran kita siap. Kalau ingin proses yang intensif, saya biasanya pergi ke retreat meditasi. Yang selama ini saya jalankan, biasanya saya ke Ubud atau ke Mendut. Tapi ini sih tergantung lokasi mana yang dipilih oleh panitia retreatnya, saya hanya ikut saja. Cuma kebetulan yang pernah saya ikut lebih dari satu kali ya di dua tempat itu.

Tolong sebutkan tempat-tempat wisata yang cocok untuk kontemplasi yang pernah Anda datangi.

Seperti yang saya bilang, sebetulnya kontemplasi tidak perlu dalam bentuk wisata. Di mana pun bisa. Karena kontemplasi bukan faktor tempat eksternal, melainkan kesiapan internal. Secara umum, ya, pilihlah tempat yang relatif sepi dan mendobrak rutinitas sehari-hari kita, artinya jika biasanya bangun dengan beker, atau nonton TV sampai larut, pada saat rekreasi yang kontemplatif bangunlah secara alami, nggak nonton TV, tapi lebih banyak melihat dan berinteraksi dengan alam sekitar, dsb. Tempat favorit saya sih Ubud.

Bisa berikan tips-tips kontemplasi saat berada di dalam rumah?

Latihan meditasi sangat membantu. Pelajarilah teknik meditasi pada instruktur yang kompeten. Jika dilakukan rutin akan sangat bermanfaat. Jadi, selain waktu bekerja, punyalah waktu khusus untuk hening.