Sunday, December 21, 2014

Tabloid Asah Asuh (Kemendiknas) | Pendidikan & Hari Kartini | April, 2011 | by M V Wirawan


Apa pendapat Mbak Dewi mengenai pendidikan di Indonesia?

Pendidikan di Indonesia menurut saya sudah jauh lebih maju ketimbang dulu, setidaknya saya membandingkan antara zaman saya bersekolah dulu dan anak saya yang sekarang baru masuk SD. Masih banyak problem seputar dunia pendidikan, tentunya. Tapi saya melihat semakin banyak keragaman dan keterbukaan pandangan dan wawasan tentang pendidikan. Saya khususnya tertarik dengan pendidikan yang lebih menitikberatkan pada kecerdasan kualitatif, jadi bukan hanya sekadar nilai bagus, tapi juga perhatian yang berimbang terhadap beragam kualitas kecerdasan anak.

Bagaimana pendapat Mbak Dewi berkaitan dengan pendidikan untuk perempuan di negeri ini?

Saya tidak pernah memandang pendidikan tersekat-sekat, perempuan dan laki-laki, dsb, jadi bagi saya agak sulit menjawab pertanyaan itu. Sudah jelas terbukti bahwa saat ini kesempatan bekerja bagi perempuan dan laki-laki sudah berimbang, dan sistem pendidikan sudah jarang yang berbasiskan gender. Jadi kalau menurut saya, kesempatan bagi perempuan sudah sama terbukanya, sekarang tinggal individunya mau memanfaatkan kesempatan itu atau tidak.

Pesan Mbak Dewi untuk Kemendiknas agar bisa meningkatkan kinerjanya dalam hal pendidikan secara umum dan pendidikan untuk wanita?

Kecerdasan seseorang bukan hanya dilihat dari skor akademis. Banyak kualitas kecerdasan yang perlu digali dan dilihat secara proporsional. Kecerdasan fisik (kemampuan olah tubuh, menari, sport, dsb), kecerdasan seni, kecerdasan emosi, dsb. Kalau kita bisa dengan jeli mengembangkan potensi-potensi individu sesuai dengan kecerdasannya, menurut saya akan ada kebangkitan yang sangat besar pada generasi Indonesia, baik itu laki-laki maupun perempuan.